LEBAK, Lensa Nusantara – Pekerjaan infrastruktur jalan kabupaten di Desa Cisimet induk tepatnya di Simpang Tiga, menjadi sorotan warga. Dalam video yang beredar, proses pengecoran yang seharusnya menggunakan molen justru dilakukan secara manual atau “rabat giring” di atas badan jalan.
Menanggapi hal tersebut, awak media mencoba melakukan konfirmasi kepada *Jaro Eding selaku Kepala Desa Cisimet. Namun konfirmasi itu justru direspon dengan nada tinggi.
“Ari iyeu saha? Kuduna konfirmasi heula ka Jaro, ulah maen beritakan bae. Seharusnya konfirmasi dulu, jangan main beritakan saja. Eta kiriman ti saha video?” ucap Jaro Eding melalui pesan WhatsApp.
Jaro Eding membantah seluruh pekerjaan dilakukan dengan cara cor giring. Ia mengaku dari awal sudah mengarahkan penggunaan molen.
“Saya lagi di Pandeglang. Dari awal pekerjaan saya sudah mengarahkan pakai molen. Saat saya lengah ke Pandeglang, kenapa jadi rabat giring?” ujarnya.
Jaro juga mengaku sudah mengamanatkan Juhri , dari media Polisi News untuk standby memantau di lapangan.
“Saya sudah amanatkan ke Juhri dari media Polisi News untuk standby memantau. Kalau ada apa-apa ke Juhri saja. Ini malah ada kegaduhan berita video viral,” katanya.
Ia meminta agar ditunjukkan titik mana yang salah agar bisa segera diperbaiki.
“Geus kieu bae, nu mana salahna pagawean? Pagawean ku aing di hadean. Tunjuken bae, ku saya diperbaiki. Bejaken ka saya, saya kan tanggung jawab. Masyarakat geus puas kok ieu aya berita,” tegasnya.
Bahkan Jaro menantang untuk bertemu langsung.
“Ges kieu bae, kompir ka saya, kita ngobrol salahna di mana. Lamun teu daek diuk bareng, mending gelut bae jeung aing,” katanya.
Mendengar nada tinggi tersebut, awak media meminta agar komunikasi dilakukan dengan kepala dingin.
“Pak mohon maaf, turunkan dulu emosinya. Saya kan mau konfirmasi, kenapa Bapak marah?” jawab awak media.
Berbeda dengan pengakuan kades, seorang saksi mata dari warga membantah.
“Itu bohong, alibi saja. Saya yang lihat dari awal pekerjaannya memang rabat giring Pak. Ga bakal kuat ngecor seperti itu mah. Di tanjakan Cisepan juga ancur lagi,” ujar warga.
Kadis PUPR Lebak: Kualitas Rabat Giring Tidak Pasti,
Karena tidak mendapat jawaban yang jelas, awak media kemudian mengkonfirmasi kepada H. Ade selaku Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lebak.
Merespon hal itu, Kadis PUPR menyayangkan cara pengerjaan yang dilakukan secara manual.
“Itu desa mana? Jaro mana?” tanya H. Ade.
“Desa Cisimet induk Pak,” jawab awak media.
“Kenapa kepala desa bangun pakai manual, tidak pakai molen? Kan itu desanya. Kenapa rabat giring pekerjaannya?” ujar H. Ade.
Menurutnya, tidak ada larangan menggunakan molen atau rabat giring. Namun dari sisi kualitas hasilnya berbeda.
“Emang tidak apa-apa molen dan giring juga. Tapi bisa menjamin kualitasnya tidak? Kalau pakai molen itu hasilnya rata adukannya. Tapi kalau rabat giring kita tidak pasti. Walaupun pada dasarnya sama, antara rabat giring dan molen kembali lagi ke kualitasnya,” tutup H. Ade.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pelaksana proyek terkait metode pengecoran di lokasi Simpang Tiga Desa Cisimet Raya.
Day ln















