PMII Jabar Gelar Konsolidasi Akbar di Bandung, Tegaskan Arah Baru Gerakan Progresif

banner 120x600

Lensanusantarabandung.web.id-BANDUNG – GOR Saparua menjadi saksi gelombang semangat kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Barat dalam perhelatan akbar bertajuk “Konsolidasi Akbar, Manifesto Gerakan, dan Semarak Harlah PMII”, Jumat (1/5/2026). Kegiatan ini menandai babak baru kepemimpinan mahasiswa nahdliyin di Tanah Pasundan dengan semangat transformasi yang progresif.

Mengusung tema besar “Reignite PMII Jawa Barat Menuju Masa Depan Peradaban”, acara ini tidak sekadar seremoni. Sebanyak 160 pengurus dari 23 cabang kabupaten/kota resmi dilantik di hadapan sekitar 2.000 kader PMII dari berbagai daerah di Jawa Barat. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan.

Sejumlah tokoh nasional dan daerah turut hadir, di antaranya Komisioner Bawaslu RI Lolly Suhenty, Ketua Umum PB PMII M. Sofiyulloh Cokro, serta tokoh senior PMII Cucun A. Syamsurijal. Kehadiran mereka memberikan dukungan moral bagi para pengurus baru dalam mengemban amanah organisasi.

Turut hadir pula sejumlah pejabat dan alumni, seperti Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Acep Jamaludin, Kepala Kanwil Kemenag Jabar Anang Jauharuddin, serta Kadispora Jabar Hery Antasari. Dukungan lintas sektor ini menunjukkan posisi strategis PMII dalam dinamika pembangunan dan penguatan demokrasi di Jawa Barat.

Pelantikan ini didasarkan pada Surat Keputusan PB PMII Nomor 187.A/1.03/2026. Rusli Hermawan resmi menakhodai PKC PMII Jawa Barat setelah memperoleh dukungan mayoritas, yakni 17 dari 23 suara cabang. Bersamanya, Anisa Nurhopipah Disastra dilantik sebagai Ketua KOPRI, membawa semangat baru bagi gerakan perempuan PMII.
Dalam pidato perdananya, Rusli Hermawan menegaskan tiga pilar utama gerakan, yakni otoritas moral, intelektual, dan praksis. Ia menekankan bahwa kader PMII harus mampu berpikir kritis sekaligus bertindak nyata dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Keadilan tidak jatuh dari langit. Ia mesti kita rebut, kita ambil, dan kita perjuangkan!” tegasnya, disambut tepuk tangan ribuan kader.
Lebih lanjut, PKC PMII Jawa Barat juga mengadopsi spirit Konferensi Asia Afrika sebagai landasan filosofis gerakan. Semangat tersebut dinilai relevan dalam menghadapi tantangan zaman, termasuk dominasi kapital, hegemoni politik, serta ancaman neo-imperialisme di era digital.

Sebagai komitmen konkret, dideklarasikan pula Spirit Dasa Sila Pergerakan yang akan menjadi arah strategis organisasi. Nilai-nilai ini diharapkan mampu menjaga konsistensi PMII dalam mengusung prinsip keislaman dan keindonesiaan yang moderat, inklusif, serta berorientasi pada keadilan sosial.

Menutup sambutannya, Rusli mengajak seluruh kader dari tingkat rayon hingga cabang untuk memperkuat solidaritas struktural. Ia juga menegaskan komitmen melakukan standarisasi kader serta menghidupkan kembali gerakan sosial berbasis akar rumput di seluruh wilayah Jawa Barat.

Dengan semangat Reignite, PMII Jawa Barat diharapkan tidak hanya menghadirkan gagasan, tetapi juga mampu melahirkan program kerja nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat di 23 kabupaten/kota.

 

Redaksi: Kayla PM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *