IPSI Jabar Gelar Musprov XII, Phinera Wijaya Kembali Terpilih Aklamasi, Targetkan Silat Tembus Olimpiade

banner 120x600

Lensanusantarabandung.web.id-BANDUNG – Hotel Savoy Homann menjadi saksi pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-XII Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Barat untuk masa bakti 2026–2030, Sabtu (2/5/2026). Forum tertinggi organisasi silat tingkat provinsi ini menjadi momentum strategis dalam merumuskan arah kebijakan sekaligus memperkuat konsolidasi menuju panggung internasional.

Mengusung tema “Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade, Melanjutkan Tradisi Juara Menuju Pencak Silat Jabar Istimewa”, Musprov XII tidak sekadar menjadi agenda laporan pertanggungjawaban. Kegiatan ini menegaskan komitmen bersama seluruh elemen persilatan Jawa Barat dalam memperkuat regenerasi kepemimpinan serta sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan.

Ketua panitia, Kolonel Mustofa, dalam laporannya menyampaikan apresiasi atas soliditas pengurus IPSI kabupaten/kota dan perguruan silat se-Jawa Barat. Menurutnya, nilai kebersamaan dan kekeluargaan menjadi fondasi utama dalam membangun ekosistem pencak silat yang unggul, tangguh, dan berkarakter.

Musprov ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya perwakilan Ketua Umum IPSI Pusat Sumarsono, Pangdam III/Siliwangi Nurul Yaqin, Komandan Kodiklat AD, serta Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat Budiana. Kehadiran para pemangku kebijakan tersebut menegaskan posisi strategis pencak silat sebagai warisan budaya sekaligus cabang olahraga prestasi.

Dalam sidang pleno yang berlangsung kondusif, Phinera Wijaya kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua IPSI Jawa Barat periode 2026–2030. Dalam sambutannya, Phinera menekankan pentingnya menjaga kesinambungan prestasi sekaligus mempercepat regenerasi, baik di kalangan atlet maupun pengurus organisasi.

Di bawah kepemimpinannya pada periode sebelumnya, IPSI Jawa Barat mencatat berbagai capaian gemilang, mulai dari prestasi di tingkat internasional hingga dominasi di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Tradisi juara ini menjadi modal kuat untuk menatap target yang lebih tinggi ke depan.

Salah satu fokus utama kepengurusan baru adalah mendorong pencak silat agar dapat dipertandingkan secara resmi di Olimpiade. Jawa Barat, sebagai salah satu lumbung atlet nasional, berkomitmen untuk membuktikan bahwa pencak silat mampu bersaing di level olahraga dunia dengan standar profesionalisme tinggi.

Selain itu, IPSI Jabar juga menaruh perhatian pada pengembangan sarana dan prasarana. Jawa Barat telah menjadi pelopor pembangunan padepokan pencak silat seluas 8 hektare di Jatinangor yang dirancang sebagai pusat pembinaan, riset budaya, sekaligus destinasi sport tourism berbasis olahraga tradisional.

Ketua KONI Jabar, Budiana, mengapresiasi kepemimpinan IPSI yang dinilai solid dan konsisten dalam mencetak atlet berprestasi. Ia menyebut keberhasilan IPSI Jabar dalam menyelaraskan organisasi dan pembinaan sebagai model yang layak ditiru cabang olahraga lain.

Musprov XII IPSI Jawa Barat pun ditutup dengan tekad bulat seluruh peserta dari kabupaten/kota. Pertemuan ini menjadi titik tolak baru dalam perjalanan panjang pencak silat Jawa Barat—tidak hanya menjaga warisan budaya dan tradisi juara, tetapi juga mewujudkan visi besar membawa silat mendunia hingga ke panggung Olimpiade.

Redaksi: Kayla PM

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *