LensaBANDUNG – Ratusan pencari kerja dan masyarakat umum memadati Gedung Bumi Silih Asih pada Sabtu (2/5/2026) dalam gelaran Job Fair May Day 2026 bertema “Pekerja Katolik Berdaya dan Relevan”. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WIB ini menjadi salah satu magnet bagi warga yang tengah berupaya meniti karier di dunia profesional.
Acara diawali dengan sesi talk show inspiratif bertajuk “Kiat-kiat Melamar Kerja & Job Fair” yang menghadirkan Lidwina Wahyu Widayati dan Ferry Tjandra. Keduanya membagikan wawasan seputar strategi menghadapi proses rekrutmen yang semakin kompetitif.
Dalam pemaparannya, Lidwina menekankan pentingnya kesiapan mental dan kepercayaan diri, sementara Ferry Tjandra mengulas perspektif perusahaan dalam menilai kandidat. Ia menyoroti bahwa perusahaan kini tidak hanya mencari kemampuan teknis, tetapi juga sikap, etika kerja, dan kemauan untuk terus belajar.
Usai sesi talk show, antusiasme peserta semakin meningkat saat bursa kerja resmi dibuka pukul 11.00 WIB. Sebanyak 22 perusahaan dari berbagai sektor industri membuka booth rekrutmen, memberikan kesempatan bagi para pelamar untuk menyerahkan berkas lamaran sekaligus berinteraksi langsung dengan tim HRD.
Pelaksana Harian Lembaga Bantuan Mencari Kerja Keuskupan Bandung, Dwi Ubayanti yang akrab disapa Ubay, mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat. Ia menyebut kegiatan ini sebagai jembatan strategis antara pencari kerja dan dunia industri.
“Melalui akses yang terbuka dan gratis, kami berharap kegiatan ini dapat membantu menekan angka pengangguran serta mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan talenta yang tepat,” ujarnya.
Ubay juga berharap para peserta tidak hanya hadir, tetapi mampu memanfaatkan kesempatan ini untuk memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan minat dan kompetensi. Di sisi lain, perusahaan diharapkan dapat menemukan kandidat terbaik yang mampu mendukung perkembangan bisnis.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas diri di tengah dinamika industri yang terus berubah. Menurutnya, pencari kerja harus terus mengembangkan keterampilan agar tetap relevan dan mampu bersaing di pasar kerja.
Panitia juga mengingatkan pentingnya etos kerja, loyalitas, dan kemauan untuk belajar bagi para calon pekerja. Ubay menegaskan bahwa keberhasilan karier tidak hanya ditentukan oleh kemampuan awal, tetapi juga oleh konsistensi dan semangat untuk berkembang di lingkungan kerja.
Dengan semangat May Day, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang mencari pekerjaan, tetapi juga sarana edukasi bagi para pekerja untuk memahami pentingnya pengembangan diri serta kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja.
Job Fair May Day 2026 ditutup dengan tertib pada sore hari. Keberhasilan penyelenggaraan ini diharapkan dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat, sekaligus menjadi agenda berkelanjutan dalam upaya pemberdayaan tenaga kerja di Bandung dan sekitarnya.
Redaksi: Kayla PM















