Lensanusantarabandung.web.id-Bandung – Sekolah Perempuan Jawa Barat resmi membuka kegiatan Pelatihan Vokasional Kelas Tata Rias pada Selasa, 21 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di Jalan P.H.H. Mustofa No. 22, Kota Bandung ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan perempuan di bidang kecantikan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi melalui peluang usaha di sektor tersebut.
Pelatihan ini menjadi momentum penting bagi para peserta untuk meningkatkan kompetensi (upgrade skill) agar mampu bersaing dan membuka peluang usaha baru di masa depan.
Kegiatan diawali dengan laporan dari Ari Antari Ratna Dewi, S.IP., MM, selaku Kepala Bidang Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan sekaligus Ketua Pelaksana. Dalam laporannya, ia menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan ruang bagi perempuan untuk berkembang dan meningkatkan kapasitas diri.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh hingga selesai pada 23 April mendatang, sehingga keterampilan yang diperoleh dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat, dr. Siska Gerfianti, Sp. DLP., M.H.Kes, turut memberikan sambutan secara daring melalui Zoom. Meski tengah menjalankan tugas dinas di Cirebon, ia tetap menyempatkan diri menyapa para peserta.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi terhadap tingginya antusiasme peserta yang mengikuti kegiatan tersebut, baik secara langsung maupun daring.
Acara pembukaan juga dihadiri langsung oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Iwan Suryawan, S.Sos. Dalam pidato pembukaannya, ia memberikan motivasi kepada para peserta dan menegaskan komitmen legislatif untuk terus mendukung program pemberdayaan perempuan.
“Perempuan yang berdaya merupakan kunci kesejahteraan keluarga. Oleh karena itu, dukungan terhadap program-program yang meningkatkan kemampuan ekonomi perempuan akan terus kami dorong,” ungkapnya.
Pada sesi materi, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., SE., M.Si., CAA., M.Pd, selaku Kepala Sekolah Perempuan Jawa Barat yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), menyampaikan pembekalan mengenai Gender Leadership, yang kini menjadi kurikulum wajib bagi seluruh peserta pelatihan di Sekolah Perempuan Jawa Barat.
Dalam pemaparannya, Prof. Umi menekankan bahwa kepemimpinan perempuan harus dimulai dari kemampuan memimpin diri sendiri dan keluarga.
“Jika seorang perempuan mampu menjadikan keluarganya sebagai teladan di masyarakat, maka menjalankan peran ganda, termasuk berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi keluarga, bukan lagi menjadi hambatan,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa kekuatan pemimpin perempuan terletak pada empati yang tinggi, kemampuan kolaborasi tim, serta fokus pada keberlanjutan jangka panjang. Menurutnya, tantangan berupa bias gender di lingkungan profesional maupun sosial dapat dihadapi melalui penguatan kapasitas diri dan pembangunan jejaring yang luas.
Suasana pelatihan semakin khidmat karena pembukaannya bertepatan dengan peringatan Hari Kartini. Seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu Ibu Kita Kartini sebagai bentuk penghormatan kepada R.A. Kartini, tokoh emansipasi perempuan Indonesia.
Momen tersebut menjadi pengingat bahwa semangat perjuangan Kartini harus terus diimplementasikan dalam kehidupan perempuan modern, khususnya dalam bidang kepemimpinan dan kemandirian ekonomi.
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Puluhan peserta hadir langsung di lokasi pelatihan di Bandung, sementara sekitar 228 alumni Sekolah Perempuan Jawa Barat lainnya mengikuti kegiatan secara daring dari berbagai daerah di Jawa Barat. Hal ini menunjukkan bahwa jejaring Sekolah Perempuan tetap solid dan menjadi ruang pembelajaran berkelanjutan bagi perempuan di berbagai wilayah.
Selama tiga hari pelatihan, para peserta akan dibimbing oleh narasumber profesional, termasuk Make Up Artist Chili Gressantiani Aprianti. Materi yang diberikan tidak hanya mencakup teknik dasar tata rias, tetapi juga strategi membangun usaha di industri kecantikan.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari brand kecantikan Wardah sebagai mitra pelatihan.
Penyelenggaraan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat, DP3AKB, DPRD Jawa Barat, Sekolah Perempuan Jawa Barat, serta dukungan akademis dari UNIKOM. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pemberdayaan perempuan di Jawa Barat.
Melalui pelatihan vokasional ini, Sekolah Perempuan Jawa Barat berharap dapat melahirkan wirausaha baru di bidang kecantikan yang tangguh dan mandiri. Dengan keterampilan yang mumpuni dan mentalitas yang kuat, perempuan Jawa Barat diharapkan mampu berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian keluarga serta menginspirasi perempuan lainnya untuk terus berdaya dan berkarya.
Redaksi Adi prakoso















