Menhan RI Tegaskan Prajurit TNI Harus Profesional, Rendah Hati, dan Selalu Dicintai Rakyat

banner 120x600

Bandung Barat, Lensanusantarabandung.web.id – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, menegaskan bahwa setiap prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) harus memiliki karakter profesional, rendah hati, serta senantiasa menjaga kedekatan dengan rakyat sebagai wujud pengabdian kepada bangsa dan negara.

Penegasan tersebut disampaikan saat memberikan pengarahan kepada sekitar 1.500 siswa pendidikan dan personel organik Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) di Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (29/7/2026).
Dalam arahannya, Menhan mengingatkan seluruh calon prajurit agar senantiasa berpegang teguh pada nilai-nilai dasar keprajuritan yang tertuang dalam Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI.
“Pegang teguh Sapta Marga, Delapan Wajib TNI, dan Sumpah Prajurit. Jangan pernah menjadi prajurit yang sombong kepada masyarakat, karena TNI lahir dari rakyat, berjuang bersama rakyat, dan harus selalu dicintai rakyat,” tegas Menhan.

Kunjungan kerja tersebut turut didampingi Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Wakasad Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, Danpussenif Letjen TNI Iwan Setiawan, S.E., M.M., sejumlah pejabat Kementerian Pertahanan dan Mabes TNI, serta Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI Dr. Agus Bhakti, S.I.P., M.I.P., M.Han. Rombongan disambut dengan jajar kehormatan sebelum melaksanakan peninjauan pangkalan dan menerima paparan mengenai perkembangan pembangunan fasilitas pendidikan dari Danpusdikif Brigjen TNI Zaiful Rahman.
Menhan menegaskan bahwa para siswa pendidikan merupakan harapan orang tua, masyarakat, bangsa, dan negara. Oleh karena itu, mereka dituntut untuk terus meningkatkan kualitas diri melalui latihan yang disiplin, penguasaan kemampuan, serta pengembangan karakter dan integritas sebagai bekal dalam menjalankan tugas pengabdian.

Menurutnya, kekuatan TNI tidak hanya diukur dari kemampuan tempur semata, tetapi juga ditentukan oleh moral, karakter, serta integritas setiap prajurit dalam mengemban amanah negara. Prajurit TNI harus mampu menjadi sosok yang tangguh, profesional, modern, adaptif, sekaligus tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan pengabdian kepada rakyat.

“Keberhasilan seorang prajurit bukan hanya karena kecakapannya di medan tugas, tetapi juga karena kepercayaan dan kecintaan rakyat yang senantiasa menyertainya,” menjadi pesan utama yang ditekankan dalam pengarahan tersebut.

Seluruh rangkaian kunjungan kerja Menteri Pertahanan RI di Pusdikif Pussenif Cipatat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Usai kegiatan, Menhan RI beserta rombongan bertolak kembali ke Jakarta melalui Helipad Pusdikif Cipatat.

(Redaksi/Pendam III/Siliwangi)
Lensanusantarabandung (hj rere)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *