Pemkot Bandung Perkuat Keamanan Kota, Patroli Gabungan dan Pengawasan Digital 24 Jam di Optimalkan

banner 120x600

Pemkot Bandung Perkuat Keamanan Kota, Patroli Gabungan dan Pengawasan Digital 24 Jam Dioptimalkan

Lensanusantarabandung.web.id | Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat sistem keamanan dan ketertiban masyarakat dengan mengoptimalkan patroli gabungan serta pengawasan digital berbasis kamera pengawas (CCTV) yang beroperasi selama 24 jam. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menekan angka kriminalitas, khususnya aksi begal dan kejahatan jalanan yang belakangan menjadi perhatian masyarakat.

Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil rapat koordinasi antara Gubernur Jawa Barat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Bandung Raya dalam merumuskan strategi terpadu menghadapi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa penanganan persoalan keamanan tidak dapat dilakukan secara parsial. Menurutnya, Bandung Raya merupakan satu kawasan yang saling terhubung sehingga membutuhkan sinergi lintas daerah dan lintas instansi.

“Karena masyarakat melihat Bandung Raya sebagai satu kawasan, maka penanganannya juga harus dilakukan secara bersama-sama,” ujar Farhan.

Sebagai langkah konkret, Pemkot Bandung mengintegrasikan dua Command Center yang dikelola oleh Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Kedua pusat kendali tersebut akan diperkuat dengan perangkat pengeras suara sehingga petugas dapat memberikan peringatan secara langsung apabila terdeteksi adanya potensi gangguan keamanan di ruang publik.

Selain itu, petugas di Command Center akan bersiaga selama 24 jam untuk memantau aktivitas melalui jaringan CCTV sekaligus mempercepat respons terhadap laporan masyarakat maupun hasil pemantauan di lapangan.

Di sisi lain, patroli gabungan bersama jajaran kepolisian akan semakin diintensifkan, terutama pada malam hingga dini hari. Sejumlah lokasi yang menjadi prioritas pengamanan antara lain kawasan Jalan Soekarno-Hatta, Jalan AH Nasution, Taman Maluku, Taman Lansia, Taman Cibeunying, Alun-alun Regol, Alun-alun Cicendo, serta sejumlah wilayah perbatasan Kota Bandung yang dinilai rawan tindak kriminalitas.

Tidak hanya berfokus pada penindakan, Pemkot Bandung juga mengedepankan langkah pencegahan dengan melibatkan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Salah satu kebijakan yang kembali diterapkan adalah pemberlakuan jam malam bagi pelajar sebagai upaya preventif agar mereka tidak menjadi korban maupun pelaku kejahatan jalanan.

Farhan menegaskan, kebijakan tersebut bukan untuk memberikan stigma negatif kepada para pelajar, melainkan sebagai bentuk perlindungan terhadap generasi muda.

“Kita ingin mencegah sejak dini agar anak-anak tidak terpengaruh lingkungan yang berpotensi membawa mereka pada tindakan kriminal ataupun menjadi korban,” katanya.

Pemkot Bandung juga mengajak masyarakat untuk terus menghidupkan semangat community policing melalui gerakan “Warga Jaga Warga, Warga Jaga Kota” atau Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling). Keterlibatan aktif masyarakat dinilai menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif.

Menutup keterangannya, Farhan mengimbau masyarakat agar tetap tenang, bijak menggunakan media sosial, serta tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi terkait kriminalitas yang belum terverifikasi.

“Mari bersama-sama menjaga keamanan Kota Bandung dengan tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya,” tutupnya.

Redaksi Lensanusantarabandung.web.id
Hj. Rere

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *