Lensanusantarabandung.web.id-Bandung – Di tengah derasnya arus modernisasi dan perubahan sosial yang terus berlangsung, sosok Rd. Ir. Roza Rahmadjasa Mintaredja, M.Ars tampil sebagai salah satu tokoh Sunda yang konsisten mengabdikan diri untuk menjaga, mengembangkan, dan mewariskan nilai-nilai budaya leluhur kepada generasi penerus. Kiprahnya yang panjang dalam bidang arsitektur, pelestarian budaya, serta pemberdayaan masyarakat adat menjadikan dirinya sebagai figur penting dalam perjalanan kebudayaan Sunda di Jawa Barat.
Lahir di Bogor pada 17 Juli 1951, Roza Rahmadjasa menempuh pendidikan Arsitektur di Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung. Latar belakang akademik tersebut menjadi fondasi kuat dalam perjalanan profesionalnya sebagai arsitek dan konsultan perencanaan yang selalu berupaya memadukan pembangunan modern dengan nilai-nilai kearifan lokal.
Selama hampir tiga dekade, sejak tahun 1984 hingga 2014, ia memimpin PT Intero Bumi Engineering Consultant sebagai direktur. Dalam kapasitas tersebut, Roza terlibat dalam berbagai proyek strategis yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan aspek budaya, sejarah, dan identitas masyarakat setempat.
Sejumlah karya penting yang pernah digagasnya antara lain Perencanaan Kawasan Budaya Lembur Sunda pada tahun 1999, Perencanaan Anjungan Jawa Barat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada tahun 2002, serta Perencanaan Renovasi 15 Padepokan di berbagai wilayah Jawa Barat pada tahun 2010. Pengalamannya juga menjangkau proyek-proyek berskala nasional, termasuk perencanaan Apartemen Pertamina di Balikpapan dan Cilacap pada tahun 2017.
Namun demikian, kontribusi Roza Rahmadjasa yang paling dikenang masyarakat Sunda tidak hanya berada di bidang arsitektur. Ia juga dikenal sebagai salah satu tokoh yang berperan penting dalam menghidupkan kembali sistem penanggalan Sunda yang sempat hilang dari kehidupan masyarakat selama kurang lebih lima abad.
Pada tahun 2005, Roza Rahmadjasa bersama sejumlah budayawan Sunda berhasil menerbitkan Kalender Sunda modern yang diluncurkan secara resmi di Pendopo Kota Bandung. Penerbitan tersebut menjadi tonggak sejarah penting dalam perjalanan kebudayaan Sunda karena menandai bangkitnya kembali sistem penanggalan leluhur yang selama ratusan tahun tidak digunakan secara luas oleh masyarakat.
Kalender Sunda modern bukan sekadar alat penunjuk waktu, melainkan representasi dari upaya pelestarian ilmu pengetahuan, filosofi hidup, serta sistem budaya Sunda yang diwariskan turun-temurun. Kehadirannya menjadi referensi penting dalam berbagai kegiatan adat, pendidikan budaya, penelitian sejarah, hingga pelaksanaan tradisi masyarakat Sunda di berbagai daerah.
Semangat pengabdian terhadap budaya telah tumbuh sejak masa mudanya. Saat menjadi mahasiswa, Roza aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan dan dipercaya menjadi anggota Dewan Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan pada tahun 1972. Jiwa kepemimpinannya terus berkembang hingga dipercaya menjabat Ketua Umum Pusat Daya Mahasiswa Sunda pada tahun 1984.
Dedikasinya terhadap pelestarian adat dan budaya Sunda semakin kuat ketika pada tahun 2011 dipercaya menjadi Ketua Lembaga Adat Karatuan Padjadjaran. Selanjutnya, pada tahun 2012, ia mendapat amanah sebagai Dewan Karamaan Badan Musyawarah Masyarakat Sunda Pusat dan kemudian menjadi Dewan Pinisepuh Majelis Musyawarah Sunda.
Pengakuan terhadap kapasitas, pengalaman, dan kontribusinya dalam bidang kebudayaan kembali diberikan pada tahun 2026. Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat tertanggal 6 Maret 2026, Rd. Ir. Roza Rahmadjasa Mintaredja, M.Ars dipercaya menjadi bagian dari Tim Majelis Adat Sunda Jawa Barat, sebuah amanah yang semakin menegaskan perannya sebagai tokoh budaya yang memiliki perhatian besar terhadap pelestarian nilai-nilai adat dan tradisi Sunda.
Dalam berbagai kesempatan, Roza Rahmadjasa senantiasa menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi, pembangunan, dan pelestarian budaya. Menurutnya, budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan fondasi yang menjadi penuntun arah kehidupan masyarakat dalam menghadapi tantangan zaman.
Hingga kini, ia masih aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dan kebudayaan di Kota Bandung maupun Jawa Barat. Melalui pemikiran, karya, dan pengabdiannya yang konsisten, Roza Rahmadjasa telah menjadi inspirasi bagi banyak kalangan, khususnya generasi muda, untuk terus mencintai, memahami, serta melestarikan budaya Sunda sebagai bagian penting dari identitas bangsa Indonesia.
Dedikasi panjang yang telah ditunjukkannya membuktikan bahwa menjaga budaya bukan hanya tentang mengenang sejarah, tetapi juga menghadirkan kembali nilai-nilai luhur leluhur agar tetap hidup, berkembang, dan memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat masa kini serta generasi yang akan datang.
Redaksi
Hj rere KKJN DPC Kota Bandung















