Wamendag Dorong Waralaba Lokal Go Global, IFBC 2026 Bandung Jadi Panggung Lahirnya Wirausaha Baru

banner 120x600

Lensanusantarabandung.web.id-BANDUNG – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, menegaskan bahwa penguatan ekosistem waralaba lokal dan peningkatan jumlah wirausaha muda menjadi kunci penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.

Hal tersebut disampaikan saat membuka secara resmi Pameran Info Franchise and Business Concept (IFBC) 2026 yang digelar di Bandung, Jawa Barat, Jumat (29/5/2026). Pameran yang mengusung tema “Grow Beyond Boundaries” ini diselenggarakan oleh Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) dan berlangsung selama tiga hari, hingga 31 Mei 2026.

Dalam sambutannya, Wamendag Roro mengungkapkan bahwa rasio kewirausahaan Indonesia saat ini masih berada di angka 3,29 persen dari total angkatan kerja. Angka tersebut dinilai masih jauh dari standar negara maju yang membutuhkan rasio kewirausahaan minimal 10 hingga 12 persen.

“Perluasan kesempatan berusaha menjadi agenda yang sangat penting. Waralaba merupakan model bisnis yang efektif untuk mempercepat lahirnya wirausaha baru karena memiliki sistem yang terstandarisasi dan mudah direplikasi,” ujar Roro.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi nasional pada Triwulan I Tahun 2026 tercatat sebesar 5,61 persen secara tahunan (year on year), dengan konsumsi rumah tangga sebagai penyumbang terbesar mencapai 54,36 persen. Sementara itu, Jawa Barat mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, yakni 5,79 persen.

Kota Bandung pun dinilai memiliki posisi strategis sebagai pusat ekonomi Jawa Barat yang mampu menjadi motor penggerak lahirnya para pelaku usaha baru di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, industri kreatif hingga pariwisata.

Waralaba Lokal Didorong Menembus Pasar Internasional

Wamendag menjelaskan bahwa Kementerian Perdagangan saat ini fokus pada tiga program prioritas, yakni pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, dan program “Dari Lokal untuk Global”.

Karena itu, IFBC 2026 dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat pasar domestik sekaligus mendorong pelaku waralaba Indonesia untuk menembus pasar internasional.

“Pelaku usaha waralaba lokal harus berani naik kelas dan memperluas jangkauan usahanya hingga ke mancanegara. Pemerintah siap mendukung melalui jaringan perdagangan yang dimiliki di berbagai negara,” katanya.

Kemendag saat ini memiliki 25 Atase Perdagangan dan Konsulat Dagang serta 19 Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) yang siap membantu pelaku usaha dalam menjalin kemitraan dan memperluas akses pasar global melalui berbagai program business matching.

Sebagai bukti keberhasilan program tersebut, sepanjang tahun 2025 Kemendag telah memfasilitasi 622 sesi business matching dengan nilai transaksi ekspor mencapai USD 134,87 juta. Pada Triwulan I Tahun 2026, tercatat 170 penjajakan bisnis berhasil menghasilkan transaksi senilai USD 3,97 juta.

Ingat Prinsip “2L”: Legal dan Logis

Dalam kesempatan itu, Wamendag juga menekankan pentingnya legalitas usaha waralaba. Berdasarkan data hingga April 2026, pemerintah telah menerbitkan 165 Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) untuk Pemberi Waralaba Dalam Negeri dan 162 STPW untuk Pemberi Waralaba Luar Negeri.

Ia mengingatkan para pelaku usaha agar tidak sembarangan menggunakan istilah maupun logo waralaba sebelum memenuhi seluruh persyaratan yang berlaku.

Selain itu, masyarakat yang ingin bergabung dalam bisnis kemitraan atau waralaba diminta menerapkan prinsip “2L”, yakni Legal dan Logis.

“Sebelum memutuskan bergabung dalam sebuah usaha waralaba, pastikan legalitasnya jelas dan perhitungannya masuk akal. Jangan mudah tergiur janji keuntungan besar tanpa risiko, karena pada dasarnya setiap usaha memiliki tantangan dan dinamika masing-masing,” tegasnya.

Dukungan Pemda dan Pelaku Industri

Pembukaan IFBC 2026 turut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, Kepala Biro Perencanaan Kemendag Rihadi Nugraha, serta Ketua Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar.

Dalam sambutannya, Anang berhar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *