Pemkot Bandung Selektif Atur Anggaran, Proyek Berjalan Tetap Jadi Prioritas

banner 120x600

BANDUNG lensanusantarabandung.WEB.ID — Pemerintah Kota Bandung melakukan penyesuaian belanja daerah menyusul penerimaan transfer dari pemerintah pusat yang lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya.

Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Pemkot Bandung memastikan sejumlah program pembangunan yang telah berjalan tetap menjadi prioritas dan akan dilanjutkan hingga selesai.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, penyesuaian anggaran tidak berarti seluruh kegiatan pembangunan dihentikan. Pemerintah melakukan pemetaan ulang terhadap setiap program dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan serta kemampuan keuangan daerah.

“Program yang sudah berjalan tetap menjadi prioritas. Penyesuaian dilakukan terhadap kegiatan yang belum dimulai dan masih memungkinkan untuk dijadwalkan kembali,” ujar Farhan.

Sejumlah pekerjaan yang telah memasuki tahap pelaksanaan tetap dipertahankan. Sementara itu, beberapa program yang belum dimulai, termasuk sebagian rencana pembangunan dan perbaikan trotoar, harus disesuaikan serta dijadwalkan kembali pada 2027.

Pengelolaan Sampah Menjadi Perhatian

Dalam penataan kembali belanja daerah, Pemkot Bandung turut memberikan perhatian serius terhadap sektor pengelolaan sampah.

Persoalan sampah dinilai menjadi salah satu kebutuhan pelayanan publik yang mendesak. Penguatan sistem pengelolaan sampah diperlukan untuk menjaga kebersihan kota sekaligus mengurangi potensi persoalan lingkungan.

Pemkot Bandung berupaya memastikan anggaran yang tersedia dialokasikan untuk kebutuhan yang paling mendesak dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Proyek yang Telah Berjalan Tetap Dilanjutkan

Farhan menegaskan, pemerintah tidak serta-merta menghentikan proyek yang sudah berjalan. Penyesuaian anggaran lebih diarahkan terhadap kegiatan yang belum memasuki tahap pelaksanaan.

Kebijakan tersebut diambil setelah proyeksi penerimaan dari Dana Bagi Hasil (DBH) tidak sesuai dengan perkiraan sebelumnya. Untuk memenuhi kebutuhan anggaran yang masih harus dipenuhi, Pemkot Bandung memanfaatkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah dituntut semakin selektif dalam menentukan prioritas belanja daerah agar pelayanan publik dan pembangunan tetap berjalan secara optimal.

Transparansi Anggaran Tetap Diperlukan

Penyesuaian anggaran merupakan bagian dari dinamika pengelolaan keuangan daerah. Namun, masyarakat tetap perlu memperoleh informasi yang jelas mengenai program yang dilanjutkan, ditunda, maupun dijadwalkan kembali.

Keterbukaan informasi penting agar masyarakat dapat memahami arah pembangunan Kota Bandung sekaligus mengetahui alasan pemerintah dalam menentukan skala prioritas.

Pemkot Bandung diharapkan terus menyampaikan perkembangan kebijakan anggaran secara terbuka, termasuk dampaknya terhadap program pembangunan dan pelayanan publik.

akan terus mengikuti perkembangan kebijakan anggaran dan pembangunan Kota Bandung sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial serta penyampaian informasi kepada masyarakat secara akurat, berimbang, dan terpercaya.

Redaksi : hj rere

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *