PMI Kota Bandung Gelar Muker 2026, Perkuat Pelayanan Kemanusiaan yang Profesional

banner 120x600

Lensanusantarabandung.web.id-Bandung — Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung menggelar Musyawarah Kerja (Muker) Tahun 2026 yang berlangsung di lantai 2 Gedung PMI Kota Bandung, Senin (9/3/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh Muhammad Farhan selaku Wali Kota Bandung, Ketua PMI Kota Bandung Ade Koesjanto, serta Wakil Ketua PMI Jawa Barat Ruhanda, bersama jajaran pengurus PMI tingkat kecamatan se-Kota Bandung.

Ketua PMI Kota Bandung, Ade Koesjanto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Bandung yang juga menjabat sebagai Dewan Pelindung PMI Kota Bandung. Menurutnya, dukungan dan perhatian dari Pemerintah Kota Bandung menjadi energi besar bagi PMI untuk terus hadir secara cepat, tepat, dan nyata dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.

Ade juga memberikan penghargaan kepada Wakil Ketua PMI Jawa Barat, Kombes Pol (Purn) Dr. H. Ruhanda, SE., M.Si., serta seluruh pengurus PMI di tingkat kecamatan yang selama ini menjaga kekompakan dan semangat kebersamaan. Ia menilai, soliditas organisasi merupakan kekuatan utama dalam menjalankan berbagai program kemanusiaan di Kota Bandung.

Muker PMI Kota Bandung Tahun 2026 digelar sebagai amanat organisasi sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Forum strategis ini mengusung tema “Penguatan Kinerja PMI Kota Bandung untuk Pelayanan Kemanusiaan yang Profesional dan Paripurna.” Tema tersebut menjadi landasan dalam merumuskan arah kebijakan dan program kerja PMI selama satu tahun ke depan.

Ade menegaskan bahwa pelayanan kemanusiaan saat ini tidak cukup hanya dilakukan dengan baik, tetapi juga harus memenuhi standar profesional, responsif, transparan, dan akuntabel. Menurutnya, Muker ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi juga menjadi momentum evaluasi dan refleksi agar PMI Kota Bandung semakin siap menjawab berbagai kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua PMI Jawa Barat, Ruhanda, menekankan bahwa PMI merupakan gerakan kemanusiaan yang tidak dapat bekerja sendiri. Ia berharap Muker ini mampu menghasilkan program kerja yang terukur serta berdampak luas melalui sinergi yang kuat dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat.

Sementara itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dalam arahannya menyampaikan harapannya agar PMI Kota Bandung dapat menjadi yang terbaik di Indonesia. Ia memberikan apresiasi kepada kepengurusan Ade Koesjanto dan seluruh pengurus kecamatan yang dinilai telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam pelayanan kemanusiaan.
Farhan juga menyoroti tantangan ke depan yang tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan darah, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjadi pendonor darah secara rutin.

Dalam kesempatan tersebut, Farhan turut menyinggung data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024–2025 yang menunjukkan bahwa Kota Bandung menjadi salah satu daerah dengan tingkat konsumsi minuman manis tertinggi di Indonesia. Kondisi ini, menurutnya, berkorelasi dengan temuan Dinas Kesehatan Kota Bandung mengenai meningkatnya angka obesitas di kalangan siswa SD dan SMP, yang berpotensi memicu penyakit degeneratif di masa depan.
Farhan juga berbagi pengalaman pribadinya

dalam menghadapi diabetes tipe 2 akibat pola hidup yang kurang sehat di masa lalu. Ia menekankan pentingnya edukasi kesehatan dan donor darah sejak dini kepada generasi muda, tidak hanya sebagai bentuk kepedulian sosial, tetapi juga sebagai langkah menjaga kesehatan dan deteksi dini risiko penyakit.
Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap kegiatan kemanusiaan PMI, Pemerintah Kota Bandung menargetkan perolehan Bulan Dana PMI sebesar Rp2,5 miliar pada tahun 2026. Wali Kota menunjuk Asisten Daerah I sebagai pelaksana kegiatan tersebut dan menyatakan akan mengawasi langsung prosesnya.
Target tersebut diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan PMI, khususnya dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Bandung Utara yang berkaitan dengan aktivitas Sesar Lembang.

Melalui Musyawarah Kerja ini, PMI Kota Bandung diharapkan semakin solid dan siap menjalankan misi kemanusiaan secara profesional, responsif, serta berkelanjutan demi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

Redaksi: Kayla

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *