Pemkot Bandung Tingkatkan Kesiapan Hadapi Musim Penghujan

banner 120x600

BANDUNG  lensanusantarabandung.WEB.ID — Pemerintah Kota Bandung memperkuat upaya pencegahan banjir dan genangan dengan mengintensifkan pembersihan saluran air serta selokan di sejumlah wilayah.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan hujan berintensitas tinggi yang berpotensi menimbulkan genangan di berbagai titik Kota Bandung.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, berdasarkan hasil pembahasan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim hujan diperkirakan berlangsung pada Desember 2026 hingga Februari 2027. Walaupun berlangsung dalam waktu relatif singkat, curah hujan diprediksi cukup tinggi.

Atas dasar itu, Pemkot Bandung menginstruksikan seluruh perangkat daerah dan unsur kewilayahan untuk meningkatkan kesiapan menghadapi musim penghujan.

Saluran Tersumbat Sampah Tingkatkan Risiko Genangan

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah penumpukan sampah di saluran air. Sampah yang menyumbat selokan dapat menghambat arus air dan memperbesar kemungkinan terjadinya genangan saat hujan deras.

Sekretaris Daerah Kota Bandung Iskandar Zulkarnain meminta perangkat daerah, kecamatan, serta kelurahan memperkuat koordinasi dalam memeriksa dan menjaga kondisi saluran air di wilayah masing-masing.

Ia menegaskan, kegiatan pembersihan tidak boleh hanya dilakukan setelah banjir atau genangan terjadi. Upaya tersebut harus menjadi bagian dari pencegahan rutin, terutama menjelang peningkatan curah hujan.

Penanganan saluran air juga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah kota, aparat kewilayahan, dan masyarakat perlu bekerja sama agar saluran tetap bersih dan mampu mengalirkan air secara optimal.

Warga Diimbau Tidak Membuang Sampah ke Selokan

Pemkot Bandung mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke selokan maupun saluran air.

Saluran yang terawat dapat membantu mengurangi hambatan aliran air ketika hujan turun. Sebaliknya, tumpukan sampah berisiko menyebabkan air meluap ke jalan dan kawasan permukiman.

Selain kesiapan menghadapi banjir, perubahan cuaca juga perlu diantisipasi dari aspek kesehatan. Masyarakat dan aparatur pemerintah diimbau menjaga kebugaran tubuh serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

menilai langkah pencegahan sebelum musim hujan merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Upaya tersebut akan lebih maksimal jika dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Dengan persiapan yang dilakukan sejak awal, potensi genangan, banjir, dan gangguan lingkungan selama musim penghujan diharapkan dapat diminimalkan.

Sumber: RRI dan keterangan Pemerintah Kota Bandung, 5 Oktober 2026.

 

Redaksi : hj neulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *